Pernikahan Dini di Indonesia

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum mencapai umur 18 tahun. Pernikahan dini adalah isu permasalahan dunia yang masih belum terselesaikan. Setiap tahun, diperkirakan terdapat 12 juta anak perempuan dibawah 18 tahun yang melakukan pernikahan dini secara terpaksa. Dan terdapat 115 juta anak laki laki dan pria dewasa menikah sebelum umur 18 tahun di dunia. Biasanya pernikahan dini lebih umum dijumpai dengan anak perempuan dibandingkan anak laki laki.

Berdasarkan data dari tahun 2018, terdapat 1 dari 9 anak Indonesia menikah sebelum umur 18 tahun. Serta sebanyak 1,2 juta perempuan Indonesia menikah sebelum 18 tahun. Sehingga Indonesia menduduki peringkat-8 di dunia dan peringkat ke-2 di Asean tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa kasus pernikahan dini di Indonesia tergolong masih cukup tinggi. Menurut Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU 16/2019”) mengatur bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Dengan pasal ini, pemerintah menegaskan bahwa pernikahan harus dilakukan baik pria dan wanita sudah berumur 19 tahun. Berbagai upaya untuk menekankan tingkat angka pernikahan dini dilakukan tetapi tidak membuahkan hasil.

Dengan kondisi pandemi sekarang, tingkat ekonomi kian menurun. Meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia menjadi faktor maraknya pernikahan dini. Keadaan pandemi ini justru meningkatkan angka kasus pernikahan dini. Karena pernikahan dini kerap dilakukan karena alasan ekonomi. Sehingga masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah lebih rentan dengan pernikahan dini. Banyak perempuan muda terpaksa putus sekolah dan menjalani hidup baru mereka yakni kehidupan rumah tangga. Hal ini sangat disayangkan karena pendidikan adalah bekal bagi para anak muda untuk masa depan mereka. Dengan kualitas pendidikan yang baik, kita dapat mencerdaskan generasi baru.

Keyakinan dan tradisi adat juga menjadi faktor yang mendukung pernikahan dini. Keyakinan dan tradisi masyarakat suatu daerah yang menerapkan pernikahan dini membuat masyarakat setempat terdorong untuk menikahkan anak mereka di usia yang sangat muda. Sehingga kasus pernikahan dini kerap ditemukan di suatu suku atau daerah.

Selain faktor ekonomi dan tradisi adat, pernikahan dini juga merupakan inisiatif pasangan muda tersebut sediri. Mereka tidak sadar akan kosekuensi dan resiko dari pernikahan dini. Mereka terbutakan oleh hawa nafsu mereka. Padahal, menjalani kehidupan rumah tangga itu membutuhkan kesiapan mental maupun finasial yang baik. Hal ini sangat disayangkan karena para pasangan muda tidak sadar akan dampak yang akan ditimbulkan dari pernikahan dini.

Dampak yang diakibatkan oleh pernikahan dini juga sangat besar dan beresiko. Menurut dr. Dina Mariyati, “Pernikahan dini tidak sesuai dengan usia dan kedewasaan, sehingga pasangan muda cenderung memiliki sifat egois yang dapat membahayakan kelangsungan rumah tangga. Karena secara psikologis, kejiwaan mereka belum siap sehingga dapat berujung ke KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan perceraian”. Kekerasan fisik cenderung dilakukan pasangan pernikahan muda. Karena pada usia muda, mereka belum mampu berpikir dewasa. Kondisi emosionalnya juga belum terkendali dengan baik sehingga tidak bisa menahan rasa marah dan ego mereka. Maka, masalah biasanya tak terselesaikan dengan baik karena adanya kekerasan fisik di rumah tangga. Dan korban kekerasan fisik yang masih muda biasanya menutup diri karena tidak memiliki keberanian untuk membela diri. Tentunya ini cukup mengkhawatirkan karena nantinya korban KDRT tidak akan mendapatkan hak atau perlindungan lebih lanjut.

Meningkatnya penyakit seksual juga menjadi dampak nyata dari pernikahan dini. Pengetahuan reproduksi dan seksual pada kalangan remaja terbilang masih cukup rendah. Tanpa adanya pengetahuan seks dan reproduksi, membuat para pasangan muda tidak sadar akan bahayanya penyakit seksual yang dapat ditularkan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi seks dan reproduksi pada remaja. Namun, edukasi seks dan reproduksi masih tergolong tabu oleh masyarakat. Hal ini menjadi faktor utama meengapa edukasi seks dan reproduksi cukup rendah di Indonesia. Padahal, dengan adanya edukasi lebih lanjut mengenai seks dan reproduksi dapat membantu kalangan remaja untuk sadar akan bahaya seks bebas dan dampaknya.

Perempuan yang menikah dan hamil dibawah umur beresiko besar baik kepada ibu dan anak. Mulai dari pendarahan berat, bayi prematur, kematian ibu dan anak, atau lebih buruknya dapat mengarah ke aborsi. Kondisi ibu yang belum siap dalam mengurus anak dapat berpengaruh buruk ke ibu dan anak. Sehingga kesiapan mental dan emosional diperlukan dalam membangun keluarga.

Masalah kesehatan mental juga menjadi taruhan dari pernikahan dini. Selain berpengaruh buruk ke fisik, gangguan psikologis juga dapat dialami pasangan muda. Beberapa studi mengatakan bahwa gangguan psikologis cenderung dialami oleh pasangan muda. Keetidaksiapan psikologis pasangan muda dapat mengakibatkan gangguan mental, seperti depresi, bipolar, PTSD, dan masih banyak lainnya. Gangguan mental lebih tinggi berdampak kepada perempuan. Oleh karena itu kehidupan pernikahan membutuhkan persiapan yang matang.

Dampak besar yang juga diakibatkan dari pernikahan dini adalah terhambatnya pendidikan. Sudah seharusnya menerima pendidikan yang layak menjadi hak rakyat Indonesia. Pendidikan sangat berpengaruh dan berefek besar untuk masa depan kita. Pernikahan dini ini dapat menghambat pendidikan yang sudah seharusnya diterima oleh generasi muda saat ini. Kurangnya pendidikan dapat membuat pasangan muda kesulitan mengahadapi kehidupan baru mereka. Mereka akan sulit diterima dalam lingkungan masyarakat. Kesulitan dalam ekonomi juga menjadi tantangan mereka. Hal ini juga mengakibatkan penurunan kualitas generasi muda di Indonesia. Maka, pernikahan dini harus dihentikan demi generasi muda yang cerdas.

Pernikahan dini adalah bentuk ancaman yang masih dihadapi oleh jutaan remaja. Maka diperlukan adanya penolakan aksi atau bentuk pernikahan dini dalam lingkungan masyarakat. Tanpa adanya pernikahan dini, para remaja Indonesia dapat mengembangkan diri sebagai manusia yang kreatif dan inovatif serta dapat membangun kehidupan yang sejahtera untuk Indonesia. Pernikahan dini adalah bentuk ancaman yang masih dihadapi oleh jutaan remaja. Oleh karena itu kita perlu memberantas pernikahan dini dalam masyarakat.

Membimbing dan mengedukasi para remaja untuk menolak aksi atau bentuk pernikahan dini. Mengajak remaja untuk menolak aksi atau bentuk pernikahan dini dapat menekankan angka pernikahan dini, karena menyadarkan para remaja akan akibat dan bahaya pernikahan dini. Selain mendidik keterampilan, edukasi kesehatan dan reproduksi kepada remaja juga sangat diperlukan. Hal ini juga mendorong para remaja untuk berpikir realistis dan kreatif.

Selain mendidik dan mengedukasi remaja, orang tua dan masyarakat juga perlu diberi wawasan lebih jauh mengenai pernikahan dini. Hal ini karena orang tua serta masyarakat berperan besar dalam penerapan pernikahan dini. Tradisi adalah alasan mengapa beberapa kelompok masih menerapkan pernikahan dini. Maka, orang tua dan masyarakat yang diberi wawasan lebih lanjut mengenai pernikahan dini dapat tersadarkan akan bahaya dan resiko yang ditimbulkan pernikahan dini.

Memberlakukan peraturan-peraturan pemerintah yang melarang pernikahan dini. Dengan memberlakukan dan menerapkan peraturan-peraturan pemerintah yang melarang pernikahan dini dapat membantu mencegah pernikahan dini. Peraturan-peraturan pemerintah yang melarang pernikahan dini adalah contoh cara pemerintah melindungi hak lindung anak. Pernikahan dini adalah fenomena yang merenggut hak lindung anak.

Melaporkan dan menginvestigasi lebih lanjut jika ada timbulnya aktivitas dan bentuk aksi dari pernikahan dini. Melaporkan adanya bentuk aksi pernikahan dini kepada pihak yang berwajib adalah cara efektif dalam mencegah timbulnya aktivitas pernikahan dini. Selain itu, kita juga membantu melindungi dan menjaga hak anak.

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh anak dibawah umur. Pernikahan dini berdampak dan beresiko besar baik ke anak dan lingkungannya. Pernikahan dini justru akan merusak generasi muda yang berpotensi besar dan maju. Sehingga pernikahan dini sudah seharusnya dihapuskan untuk masa depan generasi yang cerdas.

Maka, sebagai masyarakat yang cerdas dan kreatif, sudah kewajiban bagi kita untuk menolak pernikahan dini yang kian terus berkembang di lingkungan kita. Pernikahan dini telah merenggut mimpi dan hak jutaan para remaja diluar sana. Padahal, setiap anak berhak dan pantas mendapatkan hak yang sesuai. Demi meraih generasi muda yang cerdas, mari menolak bentuk atau aksi dari pernikahan dini dan melindungi hak anak Indonesia!

Referensi Artikel : alodokter, UNICEF,

Oleh Raniya Haura Khadijah Putri/SMPN 3 Sleman

Lingkungan Sehat Di Sekolah

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Seringkali kita mendengar slogan – slogan diberbagai tempat terutama disekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan dan lingkungan sekolah yang sehat. Akan tetapi slogan tadi tidak kita dipedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya?
Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga merobek – robek kertas, tisu di dalam kelas dan bila memakan jajanan dan bungkusnya dibuang sembarangan, padahal sudah disediakan tempat sampah.Tentu kita tidak mau sekolah menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajarkita tidak nyaman.


B.Tujuan Pembahasan
Pada topik kali ini, kami ingin membahas peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Karena, bila lingkungan sehat maka semua makhluk hidup yang ada disekitar kita juga akan hidup dengan sehat. Terutama bagi siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan
baik. Karena, bila ruangan kelas bersih, pastilah udara akan sejuk. Dan oleh karena itu otak dapat menjalankan fungsi dan kegunaannya dengan sempurna.


BAB II
PEMBAHASAN
Ada beberapa permasalahan penting yang harus kita bahas diantaranya:
1) Kebersihan Lingkungan dalam Sekolah Kita tau, bahwa kebersihan lingkungan sekolah juga berdampak dan berpengaruh besar bagi siswa terlebih lagi bagi sekolah itu sendiri. Karena semua orang pasti menyelidiki situasi maupun keadaan sekolah sebelum menjadi siswa disekolah tersebut. Jadi, untuk menjaga nama baik sekolah, warga sekolah harus menjaga kebersihan dan kenyamanan di sekolah serta keamanan di sekolah.
2) Kebersihan lingkungan di luar sekolah meliputi antara lain:
– Lingkungan yang bersih di luar gedung sekolah
– Jalan menuju sekolah aman dan nyaman
– Penjual disekitar sekolah di tertibkan
-Hubungan yang baik dengan tetangga sekolahan
3) Perilaku Warga Sekolah
Perilaku warga sekolah yang sehat antara lain:
– Dilarang merokok
– Stop Bullying
– Tidak ada kekerasan
– Anti minuman keras dan narkoba


Kesimpulan: Apabila kebersihan dalam sekolah, Kebersihan di luar sekolah,
Perilaku warga sekolah yang sehat terpenuhi maka proses belajar mengajar
menjadi lancar, aman,nyaman dan warga sekolah hidup dengan sehat.


Penulis: PUTRA GEMILANG 7C

Kebersihan dan Kreativitas Lingkungan Sekolah

Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor penting untuk menciptakan kenyamanan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Selain untuk menciptakan Kenyamanan dalam proses KBM, kebersihan diperlukan untuk menjaga kesehatan para siswa. Siswa akan lebih senang belajar dalam suasana yang asri dan bersih.

Lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Sleman juga termasuk sekolah yang bersih dan rapi. Lingkungan SMPN 3 Sleman terlihat bersih dan rapi karena kita sudah menyepakati bahwa satu minggu 1 kalli setiap hari jumat, semua warga sekolah SMPN 3 Sleman mengadakan kerja bakti/jumat bersih. Semua siswa SMPN 3 Sleman juga sudah membagi jadwal piket kelas dari hari senin sampai hari sabtu yang dipimpin oleh ketua kelas masing masing.

Dan tidak lupa juga, kami berkolaborasi dengan ekstrakulikuler pramuka yaitu menanam tanaman hidroponik dan memanfaatkan handuk bekas untuk dijadikan pot bunga. Pembuatan pot dari handuk bekas ternyata cukup mudah, caranya siapkan semen sebanyak lima cetok, lalu siapkan handuk bekas, air sebanyak setengah gayung, pot plastik sebagai cetakan, dan cat sesuai yang diinginkan. Langkah pertama campurkan semen 5 cetok dan air setengah gayung lalu aduk hingga merata. Kedua potong handuk bekas menjadi 2 bagian lalu masukan satu bagian handuk ke dalam campuran air dan semen yang sudah merata. Setelah tercampur letakan handuk di atas pot yang dibalik lalu bentuklah handuk sesuai keinginanmu dan jangan lupa, atas handu/yang akan jadi alas pot dilubangi kecil kecil agar air dapat keluar jika ditanami tanaman dan tunggu sampai kering. Setelah kering ambil pelan pelan pot yang dibuat sebagai cetakkan lalu cat pot handuk sesuai keinginanmu, sangat mudah bukan.

Selain menanam tanaman hidroponik dan membuat pot dari handuk bekas, kami juga membuat mading yang sudah ada di setiap kelas. Mading mading tersebut berisi tentang Bullying, Dampak Pernikahan Dini, dan Mencegah Stunting. Tujuan kami membuat mading tersebut adalah untuk mengedukasi teman teman sekolah agar kita senantiasa hidup rukun, menjaga pandangan dan, makan makanan yang bersih dan bergizi, tidak merokok, mengonsumsi minuman keras, dan napza/obat obatan terlarang.

Penulis: Reynald Zaldy Syaputra Lusianak VIII F/27

Stunting

Apa itu stunting?

Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

•Gejala stunting

-Wajah tampak lebih muda daripada anak seusianya

-Pubertas yang lambat

-Pertumbuhan gigi dan tubuh yang lambat

-Badan lebih ringan untuk anak seusianya

-Memiliki kemampuan fokus dan memori belajar yang buruk

– Saat berusia 8-10 th,anak cenderung lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang disekitarnya

Bagaimana mencegahnya?

•Cara mencegah stunting pada masa kehamilan :

1. Penuhi kebutuhan nutrisi

Ia perlu mendapatkan  asupan nutrisi yang cukup 1000 hari di kehidupan, yakni ketika masih janin hingga usia 2 th.

Selama hamil,

•Mengkonsumsi cukup makronutrien, seperti karbohidrat, protein,dan lemak.

•Memakan makanan dan minuman yang kaya vitamin dan mineral, yakni

zat besi        : bayam, hati ayam

asam folat   : alpukat, pepaya, pisang

 kolin             : dada ayam, telur, kacang hijau

magnesium : coklat hitam, alpukat

yodium         : jagung, kentang, pisang, apel, kacang polong

zinc             : daging, seafood

vitamin A    : mangga, alpukat, melon, nanas

vitamin B    : pisang, jeruk, pepaya, alpukat, anggur

vitamin C    : Blewah, pepaya, mangga, jeruk

•Makanan sehat bergizi seimbang, seperti

 ikan, telur,daging, kacang, biji-bijian, seafood, yoghurt, susu, keju, serta aneka buah dan sayuran.

2. Lakukan pemeriksaan kandungan secara rutin.

3. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

untuk mencegah infeksi selama kehamilan.

4. Menghindari paparan asap rokok.

5. Berolahraga secara rutin.

Penulis:

Keiko Indah Ramadani(7B)

Penulis:Arshavin Muthia Rahma(7E)

POSYANDU

Pengertian Posyandu adalah kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan .

Tujuan Posyandu antara lain :

  1. Menurunkan angka kematian bayi [AKB], angka kematian ibu [ibu hamil] , melahirkan dan nifas .
  2. Membudayakan NKKBS [ Norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera].
  3. Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan keehatan dan KB [ Keluarga Berencana ] serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera .

Kegiatan Pokok Posyandu :

  1. KIA
  2. KB
  3. Gizi
  4. Penanggulangan Diare

Pelaksanan Layanan Posyandu

     Layanan posyandu di Dusun Dukuh Tridadi Sleman dilaksanakan : setiap kamis minggu  ke3 ,sebulan sekali. Pada saat pandemi posyandu balita diadakan dengan cara petugas mendatangi rumah atau keluarga yang memiliki balita, dan menimbang ditempat, untuk pemberian gizi makanan dibawa langsung oleh petugas posyandu , Namun mulai bulan oktober 2021 posyandu mulai diadakan dirumah salah satu petugas dengan prokes yang  berlaku.Khusus untuk bulan Desember 2021 posyandu diajukan pada tanggal 5 Desember, karena laporan harus segera diselesaikan pengurus untuk pengecekan  data . Tapi secara global pemantauan balita di masa pandemi dilaporkan baik.

 Dilakukan pelayanan  masyarakat dengan 5 meja yaitu :

  Meja 1 : pendaftaran

  Meja 2 : penimbangan

  Meja 3  : pengisian KMS

  Meja 4  : penyuluhan perorangan berdasarkan KMS

Meja 5  :  pelayanan kesehatan berupa :

  1. Penimbangan dan pengukuran tinggi badan
    1. Pemberian gizi kepada balita
    1. Pemberian vitamin A dosis tinggi setahun dua kali
    1. Pemberian obat cacing pada bulan November .

 Dokumentasi :

Gambar 1.Kegiatan posyandu

Gambar 2.Hasil pendataan bulan November
Gambar 3. Hasil pendataan bulan November

        

                                                                                                         

         

                                                                                                            

Gambar 4. Hasil pendataan bulan Desember
Gambar 5. Hasil pendataan bulan Desember

Orang Tua Hebat

Manusia membangun kehidupan keluarganya sebagai bagian atau unit yang terkecil dari masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari hal ini mempunyai ikatan yang tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan sekitar untuk memenuhi keperluan hidupnya. Ada berbagai norma, tingkah laku dan nilai yang berlaku sebagai pengaturan hubungan dalam sebuah keluarga. Sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang harmonis serta penuh kasih sayang antar satu dengan lainnya.

Hubungan kasih sayang dalam keluarga merupakan suatu keperluan bersama dalam menciptakan suasana yang nyaman bagi setiap anggota. Suasana ini merupakan media yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Sikap dan perlakuan orang tua tentunya akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak tersebut.  Sebaiknya pada keluarga yang tidak harmonis, dimana cinta dan kasih sayang itu tidak terpenuhi, maka hidup ini seakan-akan hampa, sehingga dapat mengakibatkan hilangnya semangat dan menurunnya produktivitas akan apapun.

Sejak manusia dilahirkan bahkan semasa masih didalam kandungan pun, anak sudah bisa merasakan kasih sayang yang diberikan oleh orang tuanya. Bentuk kasih sayang dari orang tuanya seringkali dinyatakan dalam bisikan kasih sayang maupun sentuhan fisik yang lembut. Sikap seorang ibu dalam mengasuh anaknya juga merupakan suatu pancaran kasih sayang. Rasa kasih melalui hangatnya pelukan si ibu pada saat menggendong bayinya yang menimbulkan rasa aman. Seorang ibu akan merasa sangat berbahagia jika ia dapat menjaga dan merawat anaknya dengan baik.

Kasih sayang ibu juga perlu diimbangi oleh sosok ayah dalam pertumbuhan sang anak. Seorang ayah berperan penting bagi anak pada masa awal ini tidak dapat dibandingkan dengan pentingnya ibu. Kasih sayang ayah memberi anak yang sedang tumbuh  suatu peningkatan rasa kompetensinya dan akhirnya menginginkan dia mendapatkan kewibawaannya sendiri dan melepaskan kewibawaan si ayah. Sosok ayah mengembangkan kepribadian, menanamkan disiplin, memberikan arah dan dorongan serta bimbingan agar si anak kian berani dalam menghadapi kehidupan. Keduanya saling menguatkan, bukan sebaliknya.

Dengan bertambah besarnya anak-anak maka diperlukan pendidikan, perhatian dan pengertian yang lebih besar pula dari orang tuanya. Menciptakan lingkungan yang saling terbuka dan jujur satu sama lain akan berpengaruh besar bagi karakter sang anak.  Disamping itu anak-anak memerlukan kasih sayang dari orang tuanya dan perlakuan yang adil. Supaya dikemudian hari anak bisa memberikan timbal balik kasih sayang itu kepada orang tua dan sesamanya.

Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral, dan pedidikan anak. Pengalaman interaksi didalam keluarga akan menentukan pula pola dan tingkah laku anak terhadap orang lain dalam masyarakat.

Maka kesimpulannya adalah, cinta dan kasih sayang dalam keluarga berfungsi menjaga keharmonisan rumah tangga, dan juga merupakan media yang baik untuk tumbuh kembang anak, dapat meningkatkan daya kreativitas dalam berkarya, produktivitas, serta menciptakan lingkungan yang damai dalam masyarakat, sehingga tercipta keluarga yang sejahtera dan mandiri.
Penulis: Aqila Zahra Amira Sutanto/8C

Karakter Masa Pandemi

“Mas tolong ambilkan telur di kulkas 2 butir” pinta ibu kepada Anan.

Dengan hati-hati Anan mengambil 2 telur jumlah yang sudah ditentukan ibunya.

Secara sekilas dari wacana di atas itulah proses